Jumat, 28 Oktober 2016

Pahlawan Keluarga

Sugeng Ndalu rencang-rencang :)
Selamat Malam kawan-kawan :)

Malam ini ndak tahu kenapa Afit ingin berbagi kisah tentang kehidupan Afit bersama ayahnya Afit.
Sebelum itu, Afit mau bertanya ke kalian. Makna seorang Ayah bagi kalian itu seperti siapa dan bagaimana ?? #Silahkan renungkan sesuai isi hati kalian :)

Kalau menurut Afit, Ayah adalah salah satu laki-laki terspesial dan terhebat yang pernah Afit kenal dan miliki. Ayah bukan hanya seorang Bapa ataupun pria dewasa bagi anaknya ataupun istrinya. Bagiku Ayahku Pak Rubiyanto namanya adalah sosok pahlawan keluarga yang hebat, luar biasa dan yang penuh kasih.
Beliau adalah seorang karyawan PT. Polytron yang kurang lebih 25 tahun lalu mengabdikan dirinya sebagai teknisi di divisi audio. Beliau tak pernah mengeluh ataupun meembagikan keletihannya kepadaku. Karena bagi beliau melihat keluarganya tersenyum dan bahagia itu sudah mengobati segala keletihannya dan memberikan semangat yang lebih bagi beliau. Beliau mengajarkanku bagaimana hidup di dunia ini sesuai apa yang Tuhan mau. Beliau juga ajarkanku bagaimana mengasihi sesama, bagaimana berjuang, dan mendidikku untuk kuat menghadapi serta bertahan dalam segala persoalan yang kuhadapi. Beliau selalu berkata "Setiap persoalan pasti ada jalan keluarnya, serahkan beban hidupmu kepada Tuhan karena Tuhan yang akan selesaikan:) . Karena Tuhan tak pernah tinggalkan kita dan Tuhan berjanji bahwa tidak akan memberikan didikan berupa cobaan yang melebihi batas kemampuan kita. Cukup percaya dan jangan melihat dengan mata manusia".
Ya itulah pesan yang slalu kuingat dari beliau. 

Oh ya, beliau bukan hanya sekedar ayah bagiku tapi beliau juga teman dan pacar yang siap siaga ada buatku baik aku dalam suka maupun duka beliau akan setia mendengarkan curhatku setiap saat dan tanpa dimintapun beliau akan memberikan nasihat yang super duper menguatkan ku hehe..
Beliau itu teman yang jujur apa adanya, ndak neko-neko, blak-blakan tapi cerewet jugaa sih haha *damai Pak*. Tapi aku tahu dibalik cerewetnya itu Beliau ingin aku jadi gadis yang hebat dan kuat... #emm so sweet dah :)

Buat ayahku tersayang dan tercintah dan semua ayah di dunia, kami para anak-anak mau berkata:


Dari ini , aku mau berpesan kepada kawan-kawan yang masih memiliki kedua orangtua jangan sia-siakan kasih sayang mereka dan jangan biarkan ego kalian membuat mereka kecewa dan sedih. Bahagiakan mereka terlebih dahulu sebelum kalian. Mereka akan slalu mendukung apa yang terbaik bagi kalian. Dan bagi teman-teman yang Ayah atau Ibunya sudah berada di Surga, tetaplah doakan mereka dan buatlah mereka tersenyum dari atas sana karena melihat KAMU SUKSES dan BAHAGIA :)

LOVE, HAPPY, PARENTS, THANKS :)
God Bless you All

Kamis, 27 Oktober 2016

SUMPAH PEMUDA !!!!

Salam Satu Tanah Air, Satu Bahasa, dan Satu Bangsa eheheh
Selamat pagi seluruh pemuda Indonesia !!

Ingatkah kalian hari ini adalah hari apa?
hmm jangan-jangan sebagian dari kalian hanya ingat hari anniversary kalian sama pacar kalian yaa... huhuhu

Ayo pada ingat ndak ??
Ya udah kalau ndak ingat, so aku ingatin yaa..
Yups, hari ini itu adalah hari bersejarah bagi bangsa Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia 71 th yang lalu. Hari ini adalah hari mengenang jasa, semangat, dan tekad perjuangan luar biasa para pemuda Indonesia yang ikut andil dalam keberhasilan tercapainya cita-cita bangsa yaitu untuk merdeka.Yaa, hari ini disebut Hari Sumpah Pemuda.


Ada sedikit sejarah dicetuskannya Sumpah Pemuda yang Afit kutip dari link http://semangatpemuda-indonesia.blogspot.co.id/p/sejarah-sumpah-pemuda.html 

SEJARAH SUMPAH PEMUDA
Peristiwa sejarah Soempah Pemoeda atau Sumpah Pemuda merupakan suatu pengakuan dari Pemuda-Pemudi Indonesia yang mengikrarkan satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa. Sumpah Pemuda dibacakan pada tanggal 28 Oktober 1928 hasil rumusan dari Kerapatan Pemoeda-Pemoedi atau Kongres Pemuda II Indonesia yang hingga kini setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda
Kongres Pemuda II dilaksanakan tiga sesi di tiga tempat berbeda oleh organisasi Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI) yang beranggotakan pelajar dari seluruh wilayah Indonesia. Kongres tersebut dihadiri oleh berbagai wakil organisasi kepemudaan yaitu Jong Java, Jong Batak, Jong, Celebes, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, Jong Ambon, dsb serta pengamat dari pemuda tiong hoa seperti Kwee Thiam Hong, John Lauw Tjoan Hok, Oey Kay Siang dan Tjoi Djien Kwie.

Gagasan penyelenggaraan Kongres Pemuda Kedua berasal dari Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI), sebuah organisasi pemuda yang beranggota pelajar dari seluruh Indonesia. Atas inisiatif PPPI, kongres dilaksanakan di tiga gedung yang berbeda dan dibagi dalam tiga kali rapat.
Rapat pertama, Sabtu, 27 Oktober 1928, di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Waterlooplein (sekarang Lapangan Banteng). Dalam sambutannya, ketua PPPI Sugondo Djojopuspito berharap kongres ini dapat memperkuat semangat persatuan dalam sanubari para pemuda. Acara dilanjutkan dengan uraian Moehammad Yamin tentang arti dan hubungan persatuan dengan pemuda. Menurutnya, ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan

Rapat kedua, Minggu, 28 Oktober 1928, di Gedung Oost-Java Bioscoop, membahas masalah pendidikan. Kedua pembicara, Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro, berpendapat bahwa anak harus mendapat pendidikan kebangsaan, harus pula ada keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan di rumah. Anak juga harus dididik secara demokratis.

Pada rapat penutup, di gedung Indonesische Clubgebouw di Jalan Kramat Raya 106, Sunario menjelaskan pentingnya nasionalisme dan demokrasi selain gerakan kepanduan. Sedangkan Ramelan mengemukakan, gerakan kepanduan tidak bisa dipisahkan dari pergerakan nasional. Gerakan kepanduan sejak dini mendidik anak-anak disiplin dan mandiri, hal-hal yang dibutuhkan dalam perjuangan.

Inilah daftar Pahlawan Muda yang sangat berjasa bagi kemerdekaan Indonesia:
Adapun panitia Kongres Pemuda terdiri dari :

Ketua : Soegondo Djojopoespito (PPPI)
Wakil Ketua : R.M. Djoko Marsaid (Jong Java)
Sekretaris : Mohammad Jamin (Jong Sumateranen Bond)
Bendahara : Amir Sjarifuddin (Jong Bataks Bond)
Pembantu I : Djohan Mohammad Tjai (Jong Islamieten Bond)
Pembantu II : R. Katja Soengkana (Pemoeda Indonesia)
Pembantu III : Senduk (Jong Celebes)
Pembantu IV : Johanes Leimena (yong Ambon)
Pembantu V : Rochjani Soe'oed (Pemoeda Kaoem Betawi)
Peserta :
  •     Abdul Muthalib Sangadji
  •     Purnama Wulan
  •     Abdul Rachman
  •     Raden Soeharto
  •     Abu Hanifah
  •     Raden Soekamso
  •     Adnan Kapau Gani
  •     Ramelan
  •     Amir (Dienaren van Indie)
  •     Saerun (Keng Po)
  •     Anta Permana
  •     Sahardjo
  •     Anwari
  •     Sarbini
  •     Arnold Manonutu
  •     Sarmidi Mangunsarkoro
  •     Assaat
  •     Sartono
  •     Bahder Djohan
  •     S.M. Kartosoewirjo
  •     Dali
  •     Setiawan
  •     Darsa
  •     Sigit (Indonesische Studieclub)
  •     Dien Pantouw
  •     Siti Sundari
  •     Djuanda
  •     Sjahpuddin Latif
  •     Dr.Pijper
  •     Sjahrial (Adviseur voor inlandsch Zaken)
  •     Emma Puradiredja
  •     Soejono Djoenoed Poeponegoro
  •     Halim
  •     R.M. Djoko Marsaid
  •     Hamami
  •     Soekamto
  •     Jo Tumbuhan
  •     Soekmono
  •     Joesoepadi
  •     Soekowati (Volksraad)
  •     Jos Masdani
  •     Soemanang
  •     Kadir
  •     Soemarto
  •     Karto Menggolo
  •     Soenario (PAPI & INPO)
  •     Kasman Singodimedjo
  •     Soerjadi
  •     Koentjoro Poerbopranoto
  •     Soewadji Prawirohardjo
  •     Martakusuma
  •     Soewirjo
  •     Masmoen Rasid
  •     Soeworo
  •     Mohammad Ali Hanafiah
  •     Suhara
  •     Mohammad Nazif
  •     Sujono (Volksraad)
  •     Mohammad Roem
  •     Sulaeman
  •     Mohammad Tabrani
  •     Suwarni
  •     Mohammad Tamzil
  •     Tjahija
  •     Muhidin (Pasundan)
  •     Van der Plaas (Pemerintah Belanda)
  •     Mukarno
  •     Wilopo
  •     Muwardi
  •     Wage Rudolf Soepratman
  •     Nona Tumbel
Dan berikut ini adalah bunyi tiga keputusan kongres tersebut sebagaimana tercantum pada prasasti di dinding Museum Sumpah Pemuda. Penulisan menggunakan ejaan van Ophuysen. 

Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Kesimpulannya: "Sumpah Pemuda adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar diatas dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia."
Yuk, kita genereasi Muda penerus bangsa jangan kalah semangat dan jangan berhenti berjuang untuk meneruskan cita-cita bangsa Indonesia. Jangan saling berkelahi atau menciptakan permusuhan antar pemuda dan jangan adanya diskriminasi di dalam masa MUDAmu karena kita itu Satu Tumpah Darah, Satu Bangsa dan Satu Bahasa yaitu INDONESIA.
Selamat Hari Sumpah Pemuda bagi seluruh pemuda Indonesia dimanapun kalian berada.
Maknai hari ini dengan ucapan syukur dan semangat yang luar biasa dalam meraih cita-cita kalian.
HARUMKAN INDONESIA !!!